Resep dari Dapurnya : Jeng Icha. Thank you ya, Bu.
Reminds me of home and the whole of family.
Make sure pakai kambing muda, karena masakan ini tidak lama prosesnya untuk bisa mengempukan daging kambing yang tua. Atau pakai daging sapi yang agak berlemak. Lebih enak lagi kalau pakai bagian yang ada tulangnya dan ya itu tadi ada sedikit lemak (sedikit mah harmless lah - kan ga tiap hari makan masakan berlemak). Kayanya kalau mau di-presto dagingnya setengah jalan gitu sebelum dimasak juga bakalan lebih mudah.
Warna Tinoransak ini tidak menggugah selera karena menggunakan cabai hijau, tapi sekali mencicipi dijamin ketagihan. Lihat saja kombinasi bumbu : jahe, bawang merah, kemangi, daun jeruk, sereh dan cabe rawit - segar!

Ingredients:
500-750 gr daging kambing, potong 1,5×1.5 cm
5 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya, iris tipis
2 batang serai, iris tipis atau serai bubuk
1 lembar daun kunyit, iris tipis (kalo gak ada gak papa..)
10 tangkai daun kemangi (basil/sweet basil)
1½ sdt air jeruk nipis (gak pake jg gak papa)
2 batang daun bawang, iris kasar (kalo suka)
garam dan gula, tergantung selera
7 sdm minyak goreng
200 ml air
Bumbu Tumbuk Kasar (atau pake food processor):
10 butir bawang merah
8 buah cabai hijau
4 buah cabai rawit
2 cm jahe/jahe bubuk
Directions:
1. Tumis bumbu tumbuk, daun jeruk, serai dan daun kunyit, aduk rata. Masak
hingga bumbu matang.
2. Masukkan daging kambing
3. Tuangi air, garam dan gula. Aduk sampai matang, bumbu meresap dan air sisa
sedikit/bisa agak kering kalo suka.
4. Masukkan daun kemangi dan daun bawang, aduk sebentar, sajikan panas dengan
nasi panas ngepul-ngepul.